================================= ================================= April 2011

Jumat, 08 April 2011

Apakah anda memiliki penyakit yang cukup serius? tetapi belum menemukan tempat yang cocok untuk berobat. Di daerah kelapa gading tepatnya depan mall of Indonesia, terdapat sebuah praktek pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif ini lebih dikenal dengan sebutan terapi sentil pak Suharto. Terapi sentil ini dilakukan dengan cara menggunakan kertas putih sebagai sarana untuk disentil; berbeda dengan ayahnya yang menyentil langsung pada bagian penyakitnya. Pak Suharto menggunakan kertas putih dengan maksud untuk mengontrol energi yang keluar dari dalam dirinya pada saat menyentil. Pak Suharto mengaku, walaupun energi yang dikeluarkan besar tetapi dia tidak pernah merasa keabisan energi. Justru energi yang tersalurkan ke pasien, akan kembali lagi kepadanya.

Awal mula saya mencoba alternatif ini karena mendengar cerita tante saya yang sakit tumor. Dia beberapa kali datang untuk terapi sentil, sampe akhirnya tumor itu hilang hanya dengan 5 kali kunjungan. Saya yang mendengar cerita itu langsung mencoba untuk terapi sentil, Karena tangan saya yang pernah mengalami cidera tak kunjung sembuh. Syukur Alhamdulillah, setelah terapi 2 kali tangan saya sembuh dan tidak merasakan ngilu atau sakit lagi.

Pengobatan alternatif sentil ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Pak Suharto membuka prakteknya di Jakarta, Surabaya dan pamekasan pada hari yang sudah dijadwalkan. Di Jakarta pak Suharto membuka praktek di kelapa gading dan cinere. Pasienya yang bisa mencapai ratusan orang perharinya, pak Suharto tidak pernah membatasi pasien yang datang.

Kamis, 07 April 2011

Siput Hinea brasiliana memancarkan cahaya hijau saat menghadapi predator.
Cara unik menghindari mangsa juga dimiliki spesies siput yang bernama Hinea brasiliana. Hewan laut ini bisa mengeluarkan cahaya dari cangkangnya. Cahaya yang bisa dipancarkan secara tiba-tiba itu mungkin untuk mengejutkan predator yang akan menyerangnya sehingga siput punya waktu untuk berlindung ke dalam cangkang.
Keunikan spesies itu diteliti oleh dua orang ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography di UC San Diego, Dimitri Deheyn dan Nerida Wilson. Lewat hasil risetnya, peneliti menemukan bahwa cara siput mengemisikan cahaya warna hijau dengan cara yang unik saat menghadapi predator seperti gerakan kepiting dan udang yang berenang.
Peneliti mengatakan, biasanya cahaya diproduksi oleh siput dengan cara mengemisikannya secara terfokus. Namun, siput ini mengemisikan cahaya dengan menyebarkannya secara unik lewat sel cangkang. Hal tersebut membuat ukuran tubuhnya terlihat lebih besar. Temuan tersebut dipublikasikan di Proceeding of the Royal Society B.
Wilson mengatakan, "Sangat jarang siput dasar laut bisa mengeluarkan cahaya. Lebih mengejutkan lagi ketika tahu siput ini bisa menggunakan cangkang untuk mengoptimalkan cahaya yang diproduksinya."
Ia juga menemukan bahwa warna cangkang yang kekuningan tidak mematikan warna cahaya yang diproduksi siput, yakni hijau. Justru, cangkang berperan dalam mendispersikan cahaya warna hijau tersebut.
Deheyn mengatakan, adaptasi siput dalam menggunakan cangkang ini sangat menarik bagi penelitian optik dan bioengineering. Memahami karakteristik cangkang bisa membantu ilmuwan mengembangkan material tertentu yang berfungsi sama.
"Kapasitas difusi cahaya yang kami lihat pada siput ini lebih besar dari materi sejenis lainnya. Fokus selanjutnya adalah memahami mengapa cangkang punya kapasitas tersebut. Ini berpotensi untuk mengembangkan material dengan performa optik yang lebih baik," kata Deheyn.